Select Page

Apakah bermain video game memiliki efek negatif adalah sesuatu yang telah diperdebatkan selama 30 tahun. Efek negatif yang diakui seperti kecanduan, peningkatan agresi, dan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, cenderung mendapatkan liputan media dan publisitas jauh lebih banyak daripada tentang manfaat bermain video game itu sendiri.

Namun sekarang ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa video game dapat digunakan untuk pendidikan dan terapeutik, serta banyak penelitian yang mengungkapkan bagaimana bermain video game dapat meningkatkan waktu reaksi dan koordinasi mata-tangan. Misalnya, penelitian telah menunjukkan bahwa kemampuan visualisasi spasial, seperti memutar dan memanipulasi objek dua dan tiga dimensi secara mental meningkat dengan bermain video game.

Studi yang menunjukkan efek positif dari video game adalah studi dalam Prosiding National Academy of Sciences oleh Vikranth Bejjanki. Studi mereka menunjukkan bahwa dalam permainan video game yang serba cepat, para pemain menunjukkan peningkatan kinerja dalam persepsi, perhatian, dan kognisi.

Dalam serangkaian percobaan pada sejumlah kecil gamer yang terdiri dari 10 hingga 14 orang dalam setiap penelitian, para peneliti melaporkan bahwa gamer yang sebelumnya memiliki pengalaman dengan bermain video game seperti itu lebih baik dalam tugas perseptual seperti pembedaan pola daripada pemain yang tidak memiliki pengalaman sebelumnya.

Dalam percobaan lain, mereka melatih gamer yang memiliki sedikit pengalaman dalam bermain video game dengan memberi mereka latihan 50 jam. Hal ini menunjukkan bahwa para gamer ini tampil jauh lebih baik pada tugas perseptual daripada sebelum pelatihan mereka.

Untuk beberapa orang, kemampuan itu mungkin diperkuat melalui game. Karena informasi baru terus ditampilkan selama bermain, pemain dipaksa untuk beradaptasi dengan cepat. Dalam penelitian itu, gamer yang terbenam dalam permainan serba cepat bereaksi 25 persen lebih cepat terhadap pertanyaan tentang gambar yang baru saja mereka lihat.

Studi ini menyimpulkan, bahwa pembelajaran yang ditingkatkan secara konsisten dalam bermain video game dapat mempengaruhi kinerja dalam persepsi, perhatian, dan kognisi.

Sebenarnya ada banyak fitur dan kualitas yang membuat video game menjadi berpotensi dan bermanfaat. Misalnya, dalam konteks pendidikan, video game bisa menyenangkan dan membangkitkan semangat siswa untuk mempertahankan perhatian dan fokus lebih lama. Selain itu, video game juga bisa menjadi cara belajar yang lebih menarik daripada metode tradisional bagi sebagian orang.

Video game memiliki daya tarik yang melintasi batasan demografi, seperti usia, jenis kelamin, etnis, atau pendidikan. Video game dapat digunakan untuk menetapkan tujuan, memberi masukan, meningkatkan harga diri, dan mempertahankan perubahan perilaku.

Aktivitas mereka dapat merangsang pembelajaran, memungkinkan seseorang untuk mengalami hal baru, rasa ingin tahu dan tantangan yang merangsang proses belajar. Selain itu juga ada peluang untuk mengembangkan suatu keterampilan, atau melakukan aktivitas yang menantang, seperti simulator penerbangan.

Karena video game bisa sangat menarik, mereka juga dapat digunakan secara terapeutik. Misalnya, digunakan sebagai bentuk fisioterapi dalam konteks yang lebih inovatif. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa ketika anak-anak bermain video game setelah kemoterapi, mereka membutuhkan lebih sedikit penghilang rasa sakit daripada yang lain.

Merupakan suatu hal biasa untuk mencoba mengalihkan perhatian seseorang dari rasa sakit dengan memperhatikan hal lain atau berfokus pada mekanisme tubuh lainnya, tetapi itu bukan satu-satunya alasan mengapa video game adalah resep pasca cedera yang baik. Bermain benar-benar dapat menghasilkan respons analgesik atau penghilang rasa sakit dalam sistem kortikal seseorang. Semakin intens bermain, akan semakin baik hasilnya.

Mungkin ada beberapa game yang dianggap dapat merangsang stres karena tingkat kesulitannya. Tetapi sebuah penelitian yang melacak gamer selama enam bulan dan mengukur denyut jantung mereka menemukan bahwa game dengan judul tertentu justru dapat mengurangi respons adrenalin hingga lebih dari 50 persen.

Sebenarnya video game memiliki potensi yang bagus disamping nilai hiburan mereka. Game yang dirancang khusus untuk mengatasi suatu masalah atau mengajarkan keterampilan tertentu terbukti telah berhasil, karena mereka memotivasi, menarik, interaktif, dan memberikan penghargaan untuk setiap peningkatkan yang berhasil dilakukan. Meskipun demikian, konsekuensi negatif juga hampir selalu melibatkan orang-orang yang bermain video game secara berlebihan.

Semoga bermanfaat.