Select Page

Tahukah anda bahwa uang sedikit berbeda untuk seorang miliarder. Jika seorang miliarder dibandingkan dengan rata-rata orang pada umumnya, maka perjalanan dengan pesawat jet pribadi bisa dikatakan seperti naik taxi, dan membeli pulau pribadi seperti membayar uang muka rumah.

Jumlah miliarder di dunia bukanlah 1% dari populasi seperti yang banyak diberitakan, tetapi mereka lebih seperti 0,0001% dari populasi. Pada tahun 1987 diperkirakan hanya ada 140 miliarder, tetapi pada 2019 ada 15 kali lebih banyak miliarder dengan kekayaan hampir 30 kali lebih banyak, yang nilai totalnya hampir mencapai sembilan triliun dolar.

Jika miliarder saat ini membentuk sebuah negara, maka negara itu akan menjadi negara terkaya kedelapan di dunia. Ini adalah jumlah kekayaan luar biasa yang dimiliki oleh orang-orang ini dan mereka memengaruhi begitu banyak bagian di dunia. Banyak dari miliarder ini memperoleh kekayaannya dengan menemukan hal-hal yang mengubah hidup kita.

Pada tahun 1981, Luisa Kroll menciptakan salah satu peringkat miliarder paling populer di dunia. Saat daftar itu dimulai, ada beberapa tempat yang jelas untuk mencari kekayaan di Amerika. Tempat-tempat seperti Texas di mana memiliki kekayaan minyak yang besar, atau Silicon Valley tempat di mana teknologi baru mulai berkembang.

Meskipun demikian, ternyata untuk melacak kekayaan sesorang bukanlah hal yang mudah. Hingga akhirnya, pada September 1982 diterbitkan Forbes 400 yang pertama. Pada peringkat kekayaan tersebut ada 11 ahli waris John D. Rockefeller yang hidup pada akhir 1800-an di Amerika Serikat. Sebuah era yang disebut sebagai Era Sepuhan Emas, atau era lahirnya miliarder mandiri pertama di dunia.

Mark Twain menciptakan istilah “Era Sepuhan Emas” karena sementara kekayaan berkilauan di permukaan, tetapi busuk di dalamnya. Carnegie, Vanderbilt, dan Rockefeller menjadi kaya dari koneksi politik mereka, mengubah perusahaan jadi serikat, mengeksploitasi pekerja, dan pajak mereka juga sangat kecil atau hampir tidak dikenai pajak.

Sebelum era ini kekayaan sulit untuk dibandingkan, tetapi untuk menjadi sangat kaya, anda mungkin mengendalikan sebuah kerajaan, seperti Augustus Caesar sang Kaisar Roma, atau Permaisuri Wu Zetian dari Tiongkok, atau Mansa Musa penguasa kekaisaran Mali yang mengendalikan salah satu sumber emas terbesar. Kekayaannya sangat legendaris, sehingga citranya dicetak di salah satu peta terpenting pada abad pertengahan.

Tetapi para taipan Era Sepuhan Emas ini menghasilkan uang dengan cara yang berbeda. Mereka mendirikan perusahaan yang sukses. Apa yang menyebabkan lonjakan kekayaan besar-besaran pada saat itu adalah pembentukan ekonomi dalam skala kontinental pertama di Amerika Serikat dan bangkitnya perusahaan-perusahaan besar.

Seperti jalur kereta Vanderbilt yang membangun lebih dari 322.000 km jalur baru yang menghubungkan benua untuk pertama kalinya, membantu mengubah AS menjadi negara adikuasa ekonomi. Miliarder berkembang pesat saat ini karena perkembangan ekonomi skala global yang semakin meningkat, dan itu membantu seluruh dunia menjadi lebih kaya.

Dalam beberapa dekade terakhir ini tidak ada negara yang berkembang secepat Tiongkok. Pada 40 atau 50 tahun lalu, Tiongkok adalah negara yang mayoritas masyarakatnya hidup dalam kemiskinan. Tetapi saat ini pemerintah komunis ingin mengejar apa yang mereka sebut modernisasi sosialis, sehingga saat ini kemiskinan yang ekstrem hampir hilang dari Tiongkok.

Sebelum 1978 tidak ada miliarder dari Tiongkok. Tetapi pada tahun 2017, Tiongkok mencetak dua miliarder baru dalam seminggu, dan kini mereka memiliki jumlah miliarder terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Karena itu tidak mengherankan jika saat ini melihat pengusaha menjadi sangat kaya, dan mengumpulkan kekayaannya dengan sangat cepat.

Meskipun demikian, ada kesenjangan yang sangat besar di antara para miliarder saat ini. Sebagian besar atau 94% dari mereka bernilai sepuluh miliar dolar atau kurang, 5% di antaranya bernilai antara 10 dan 30 miliar dolar, dan 1% dari mereka adalah mega-miliarder, yang bernilai 30 miliar dolar atau lebih.

Walaupun tidak banyak miliarder dari industri teknologi, tetapi mayoritasnya termasuk dalam mega-miliarder. Hal ini disebabkan karena produk digital seperti situs web atau aplikasi tidak membutuhkan banyak tenaga untuk membuatnya, dan dapat langsung menjangkau pasar global.

Ada alasan mengapa Google identik dengan pencarian di internet. Karena lebih dari 90% semua pencarian di internet terjadi disana. Tidak mengherankan jika pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin adalah orang terkaya ke-10 dan ke-14 di dunia pada tahun 2019, dengan kekayaan masing-masing 50,8 miliar dolar dan 49,8 miliar dolar.

Facebook memiliki lebih banyak pengguna daripada platform media sosial lainnya, bahkan tidak termasuk yang mereka miliki sendiri seperti WhatsApp dan Instagram. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg adalah orang terkaya ke-8 di dunia dengan nilai kekayaan 62,3 miliar dolar.

Hampir 50% dari semua belanja online di Amerika Serikat terjadi di Amazon. Pada tahun 2019, pendiri Amazon, Jeff Bezos adalah orang terkaya di dunia dengan nilai kekayaan 131 miliar dolar.

Miliarder selebritis seperti Oprah, Kylie Jenner, dan Michael Jordan termasuk berposisi rendah dalam peringkat miliarder, dan tidak satupun terdaftar atas karya yang membuat mereka terkenal.

Michael Jordan menghasilkan 90 juta dolar dari bermain bola basket. Tetapi kemitraan korporatnya dengan Nike bernilai sekitar satu miliar dolar, dan begitu pula kepemilikan sahamnya dalam tim basket. Michael Jordan menjadi jutawan melalui kerja kerasnya, tetapi menjadi miliarder karena memiliki kapital.

Kapital disini adalah modal atau segala sesuatu yang anda miliki, sesuatu yang dapat menghasilkan uang bagi anda. Sebuah rumah bisa menjadi modal. Saham adalah modal. Paten adalah modal, seperti obat atau teknologi. Memiliki hak cipta seperti Mickey Mouse juga adalah modal.

Anda tidak akan menghasilkan uang satu miliar hanya dengan penghasilan biasa-biasa saja dan membayar pajaknya. Hal seperti itu tidak akan pernah terjadi. Ownership atau kepemilikanlah yang menciptakan kekayaan.

Kebanyakan orang kaya menghasilkan uang dengan bekerja seperti orang lain. Tetapi semakin anda kaya, maka semakin sedikit penghasilan anda dari bekerja, dan semakin banyak penghasilan anda dari kapital. Jadi, secara umum, pendapatan yang dihasilkan dalam perekonomian bergeser dari tenaga kerja menuju modal. Itu adalah pondasi yang paling dasar.

Ambil saja contohnya industri tekstil. Serangkaian inovasi telah mengubah industri tekstil selama dua abad terakhir. Setiap inovasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan.

Saat ini hampir semua pekerja garmen berada di negara berkembang, karena gaji buruh disana lebih murah. Tetapi perlahan-lahan tenaga mesin akan mulai menggantikan pekerjaan manusia, sehingga pekerjaan yang dulunya membutuhkan keahlian tangan manusia akan dirubah menjadi otomatis. Yang nantinya dapat menurunkan harga untuk konsumen, sekaligus memberikan lebih banyak keuntungan kepada pemilik modal.

Kepemilikan modal, khususnya dalam kepemilikan saham korporasi, sangat terkonsentrasi. Seperti miliarder pemilik merek global H&M, Zara, dan Walmart. Jika seseorang memiliki modal seperti itu, maka modal tersebut akan tumbuh begitu saja. Uang akan menghasilkan uang. Begitulah cara kerjanya!

Jika anda hanya memiliki tabungan $100, maka akan sulit untuk tidak dibelanjakan dan berinvestasi. Tetapi jika anda memiliki 100 juta dolar, anda dapat membiarkannya bertahan di pasar saham selama setahun, dan menjadi 110 juta dolar tanpa mengangkat satu jari pun. Dengan demikian, dalam beberapa generasi anda akan menjadi kaya atau sangat kaya.

Menurut perkiraan, 13% miliarder di dunia mendapat kekayaannya karena warisan dan 56% menjadi miliarder atas usaha sendiri. Tetapi sulit untuk menarik garis yang jelas di antara mereka, karena kebanyakan dari ahli waris tersebut juga bekerja untuk mengembangkan kekayaannya. Kondisi itulah yang menggambarkan 30% miliarder lainnya.

Baik dan buruknya menjadi miliarder adalah berhubungan dengan bagaimana cara mendapatkan kekayaan tersebut. Apakah Anda memperoleh kekayaan dengan cara mengorbankan orang lain? Atau anda menciptakan produk-produk hebat yang bermanfaat untuk seluruh masyarakat? Ini adalah dua cara yang sangat berbeda untuk mendapatkan kekayaan.

Semoga bermanfaat.