Kita bisa! Kepribadian Plus akan menunjukkan kepada kita bagaimana cara memeriksa diri kita, bagaimana cara memoles kekuatan kita dan bagaimana cara mengikis kelemahan kita. Setelah kita tahu siapa diri kita dan mengapa kita bertindak seperti cara kita melakukannya, kita bisa mulai memahami jiwa kita, meningkatkan kepribadian kita dan menyesuaikan diri dengan orang lain. Kita tidak akan berusaha meniru orang lain, mengenakan gaun yang lebih ceria atau memakai dasi baru atau menangisi jenis batu yang digunakan untuk membuat diri kita. Kita akan melakukan apa yang paling baik yang bisa kita lakukan dengan bahan mentah yang ada. Pada tahun-tahun yang terakhir ini pabrik-pabrik telah menemukan cara untuk membuat duplikat beberapa patung klasik, dan di toko hadiah mana saja yang besar Anda bisa menemukanberpuluh-puluh patung David, dinding Washington, kalimat Lincoln, replika Reagan dan tiruan Cleopatra. Imitasi berlimpah-limpah, tetapi hanya ada satu ‘ Anda ’.

DI MANA KITA MULAI? Berapa banyak di antara Anda yang mempunyai ‘Michael Angelo kompleks?’ Berapa banyak di antara Anda yang melihat orang lain sebagai bahan mentah, yang siap dipahat olah tangan Anda yang ahli? Berapa banyak di antara Anda yang bisa memikirkan paling sedikit satu orang yang benar-benar bisa Anda bentuk kalau saja dia mau mendengarkan kata-kata dan kebijaksanaan Anda? Seberapa bergairah dia untuk mendengar dari Anda? Kalau saja mungkin untuk membentuk kembali orang lain, suami saya, Fred, dan saya sendiri akan sempurna, sebab kami siap saling memahat lainnya sejak awal. Saya tahu bahwa seandainya dia mau mengendurkan ketegangan dan bersenang-senang, kami akan punya kehidupan perkawinan yang baik; tetapi dia menginginkan agar saya meluruskan hidup saya dan menjaga keteraturan. Dalam bulan madu kami, saya dan Fred bahkan berselisih paham tentang makan buah anggur!

Saya selalu senang sekali memetik seluruh rangkaian buah anggur yang dingin dan hijau di sisi saya dan mencabutnya kalau ada satu yang menarik bagi saya. Sebelaum saya kawin dengan Fred, saya tidak tahu bahwa ada “Peraturan Anggur.” Saya tidak tahu bahwa setiap kesenangan yang sederhana dalam kehidupan punya apa yang disebut cara yang benar. Fred mula-mula mengungkapkan Peraturan Anggur ketika saya duduk-duduk di teras di luar pondok kami di Pantai Cambridge di Bermuda, memandangi laut dan dengan sambil lalu memetiki buah anggur dari rangkaian besar. Saya baru menyadari bahwa Fred menganalisa cara saya makan buah anggur yang tidak sistematis setelah dia bertanya, “Kau suka buah anggur?” “Oh, aku suka sekali buah anggur!” “Kalau begitu kurasa kau ingin tahu bagaimana cara memakannya dengan benar?” Mendengar perkataan itu saya tersentak dari lamunan saya yang romantis dan mengajukan pertanyaan yang kemudian menjadi bagian dari kebiasaan yang rutin: “Apa yang salah kulakukan?” “Ini bukan bahwa kau salah melakukannya; kau hanya tidak melakukannya dengan benar.” Saya tidak melihat banyak perbedaan, tetapi saya mengikuti kata-katanya. “Apa yang tidak kulakukan dengan benar?” “Setiap orang tahu caranya makan buah anggur yang semestinya, orang memetik rangkaian sedikit demi sedikit, seperti ini.” Fred mengeluarkan pemotong kuku dan memotong rangkaian kecil buah anggur, yang dilatekkan di hadapan saya. Sementara dia berdiri dengan bangga melihat ke bawah kepada saya, saya bertanya, “Apakah ini membuat anggurnya terasa lebih lezat?” “Itu bukan karena rasanya. Ini supaya rangkaian yang besar akan mempertahankan bentuknya lebih lama. Cara kau memakannya – hanya meraih buah anggur di sana-sini – merusak rangkaian. Lihat apa yang kau lakukan kepada buah itu! Lihat semua tangkai kecil yang tanpa buah itu, mencuat dimana-mana? Itu merusak bentuk seluruh rangkaian.” Saya memandang berkeliling teras yang terasing untuk melihat kalau-kalau ada sekelompok penilai anggur yang bersembunyi menunggu untuk memasukkan rangkaian buah anggur saya dalam kontes, tetapi saya tidak melihat siapapun. Maka saya berkata, “Siapa peduli sih ?”